Selasa, 13 September 2011

BERKUNJUNG KE TAJ MAHAL: SATU DARI 7 KEAJAIBAN DUNIA

Uttar Pradesh adalah salah satu negara bagian India yang berpenduduk sangat padat. Berdasarkan sensus penduduk 2011, Uttar yang beribukota Lucknow ini sekitar 199.581.477. Uttar Pradesh bersebelahan dengan perbatasan dengan Nepal.

Sebelah utara Uttar Pradesh memiliki posisi yang sangat penting dalam kebudayaan India, karena sebagai tempat lahirnya Agama Hindu dan menjadi basis dari berkembangnya agama Hindu di India. Lokasi ini juga menjadi situs bersejarah untuk para peziarah Hindu yang jumlahnya mencapai 80% dari total popolasi penduduk India.
Negara bagian India ini juga menjadi pusat dari agama Budha, dimana terdapat beberapa stupa yang menjadi cikal bakal perkembangan agama Budha di India, Ada stupa Chaukhandi dan Dhamek.

Uttar Pradesh memikat banyak sekali turis, baik domestik maupun mancannegara. Berdasarkan data 2003, jumlah total turis mengunjungi India yang mencapai 71 juta orang. Dari jumlah tersebut, hampir 25 % turis mengunjungi Uttar Pradesh.
Kota Agra di Uttar Pradesh mempunyai tiga situs bersejarah dunia, yaitu Taj Mahal, Agra Fort, dan Fatehpur Sikri. Dalam kesempatan ini, saya dan rombongan berkesempatan mengunjungi Taj Mahal yang berjarak 200 KM dari kota Delhi.



Taj Mahal merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Bangunan ini berasitektur Islam, dimana bahan-bahannya terbuat dari batu marmer asli yang diukir indah dan dihiasi batu-batuan berharga. Menurut sejarah, bangunan megah ini dianggap sebagai lambang cinta yang mendalam seorang suami terhadap istrinya Mumtaz Mahal, yang meninggal di saat melahirkan anaknya yang ke 14. Sebelum meninggal dunia, Mumtaz Mahal berpesan agar dibangunkan sebuah makam (tamb) seindah taman surga yang ada di dalam mimpinya.

Taj Mahal dibangun dengan bantuan seorang arsitek berasal dari Persia bernama Ustadz Isa Khan Effendi. Bangunan ini diselesaikan dalam waktu 22 tahun dengan mempekerjakan 20.000 pekerja. Kabarnya keturunan para pekerja tersebut sekarang masih tinggal di sekitar Taj Mahal, di pemukiman yang disebut Taj Ganj. Biaya yang dihabiskan untuk pembangunan Taj Mahal mencapai Rs 700 juta.

Perkerjaan pembangunan Taj Mahal melibatkan perupa dari Baluchistan, Siria, Bokhara, Samakandda India selatan. Batu marmer didatangkan dari Makharana. Jade dan kristal didatangkan dari Cina. Lalu Turquise dari Tibet. Lapis lazuri dari Afganistan. Chrysolite dari Mesir. Agate dari Yaman. Saphir dari Sri Langka. Amathis dari Persia. Koral dari Arab. Malakait dari Rusia. Quartz dari Himalaya. Berlian dari Golconda. Kerang dari dan mutiara dari lautan Hindia. Total bangunan dari Marmer dan dihiasi 400 kg emas. Di bawah kubah yang indah ,terbaring jenazah Mumtaz Mahal.

Setelah selesai membangun Taj mahal, Syah Jahan bermaksud untuk membangun satu buah lagi bangunan yang sama yang akan diberi nama Black Taj Mahal. Namun baru sampai pada pembangunan fondasi. Gara-gara anak dari Syah Jahan yang memegang kekuasaan pemerintahan saat itu menangkap dan memenjara sang ayah, karena dianggap menghabiskan uang negara untuk kepentingan pribadi. Akhirnya Syah Jahan meninggal dunia dan dimakamkan di sebelah makam istrinya Muntaz Mahal di bawah kubah mewah bangunan berwarna putih, di tengah-tengah lokasi taj Mahal.

Senin, 12 September 2011

TAUKAH ANDA?

Banyak hal yang saya pelajari selama mengikuti konfrensi keaksaraan di India 8 September 2011 lalu. Mulai dari masalah keaksaraan yang ada di India sampai peran sapi dalam kehidupan penduduk India. Ya, barangkali Anda sudah banyak yang tahu. Nah, berikut ini beberapa foto yang saya ambil di India plus penjelasan mengenai hal yang Anda perlu ketahui.


Konfrensi ini luar biasa, super insiratif. Menjadi melek aksara bukan semata-mata mampu menbaca, tetapi merupakan akar peradaban.

Tau gak? Melek aksara bukan sekadar mampu membaca. Saya dianggap buta aksara apabila ketinggalan kemajuan teknologi alias gaptek. Makna buta aksara sangat luas. Saya dianggap buta aksara jika tidak bisa membaca tulisan Hindi.

Anda pun juga dianggap buta aksara apabila ada tulisan DILARANG MEROKOK di dekat Anda, tetapi Anda tetap saja merokok. Itu namanya buta aksara fungsional, karena tidak mampu memfungsikan (memaknai) arti tulisan tersebut. Moga-moga Anda tidak menjadi bagian buta aksara fungsional ya?



India masih memegang rekor tertinggi buta aksara, karena jumlah penduduk negara ini mencapai 1,2 juta jiwa. Mereka membuat program "Saakhar Bharat" yang artinya "literate India". Gerakan secara nasional dan didukung seluruh elemen ini kompak dan gencar sekali.







Bendera Indonesia ada di antara kelompok E-9 Country. Negara-negara dengan jumlah angka buta aksara tertinggi. Kita harus mengubah ini. Indonesia telah mampu membuat banyak perkembangan hebat dalam hal mengentaskan buta aksara.
















Direktur Dikmas Kemdiknas ibu Ella Yulaelawati, Phd yang menemani saya berangkat ke India, sedang membantu TKI yang kesulitan mengisi formulir keimigrasian. Ini bagian dari masalah keaksaraan.

MENGIKUTI KONFRENSI INTERNASIONAL DUNIA KEAKSARAAN

Setelah menyaksikan film Eat,Pray and Love, saya berpikir, India adalah negara unik yang ingin saya jelajahi. Bukan untuk melihat apakah cerita di film-film India benar-benar nyata atau tehniknya canggih. Juga untuk melihat kepadatan dan kebisingan penduduk India. Apapun alasannya, saya tetap ingin menjelajahi India lewat dunia literacy (dunia keaksaraan).

Selain dunia keaksaraan, saya juga ingin mengetahui pergerakan nasional pemerintah India dan masyarakat India, yang konon kabarnya menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Yes! Saya akhirnya berada di Indies untuk mengikuti International Conference on Woman's Literacy for Inclusive and Sustainable Development pada September 2011 ini.


Saya di samping spanduk konfrensi keaksaraan. Konfrensi ini super inspiratif. Sebab, melek aksara bukan semata-mata mampu membaca, tetapi juga menjadi akar peradaban.

Setelah penerbangan yang Panjang, kurang lebih 6 jam, akhirnya tanggal 11 September 2011, saya tiba di bandar udara Mahatma Gandhi, New Delhi. Udara panas dan berdebu dengan suhu 32 derajat celcius. Semakin panas, karena saya tidak merasakan hembusan angin. Ini yang membuat pemandangan di kota Delhi sedikit sulit untuk saya nikmati.

Pemandangan sepanjang jalan tidak banyak berbeda dengan jalan layang di daerah tanjung Priok, hanya saja jalannya sepi dan tanpa container memadati jalan. Beberapa Bajaj lewat, namun hebatnya mereka sudah punya sub way sekarang. Jakarta kapan ya?

Saya berangkat ke India bersama Direktur Dikmas Kemdiknas, ibu Ella Yulaelawati Phd. Saat tiba di New Delhi pada saat ada bom dan gempa bumi. Tapi Alhamdulillah saya tidak terkena dampak itu.

Jumat, 26 Agustus 2011

TBM@MALL PUTAR VIDEO

Sahabat-sahabat Hughes, ini ada event menarik yang bisa Anda ikuti, yakni menonton pemutaran video acara kami yang telah lalu, yaitu Journet TO Return pada tanggal 13 Agustus 2011. Acara ini terdapat 3 sesi dengan 9 pembicara utama.

Lokasi: Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Plaza Semanggi
Hari, Tanggal: Minggu, 28 Agustus 2011
Waktu: Pukul 11.00 WIB s/d buka puasa

Session 1: The Golden Rule
Siti Musdah Mulia (interfaith peace advocate, aktif di Indonesian Conference on Religion for Peace) , Didik Nini Thowok (cross gender dancer) , Ron Gutman (CEO and founder of HealthTap)

Session 2: Progress with Purpose
John Hardy - green enterpreneur, Ewa Wojkowska – innovation connector, Ridwan Djamaluddin – ocean scientist, Derek Sivers – music enterpreneur, [TED Video] Deb Roy – MIT researcher

Session 3: Forgotten Wisdom
[TEDxJakarta You] M. Noer – fanatic TEDster, Muljadi Pinneng Sulungbudi – underwater photographer, Zaini Alif – traditional games expert, Jubing Kristianto – acoustic folk guitarist, Pak Raden – storytelling legend,

Untuk info lebih lengkap dapat dilihat di:

http://www.tedxjkt.org/events/
http://anggriawan.web.id/2011/08/tedxjakarta-2011.html
http://indonesianwpg.com/tedxjakarta-2011-the-journey-to-return/
http://d3fyingravity.wordpress.com/2011/08/13/journey-back-to-who-we-were/
http://aprabaswara.wordpress.com/2011/08/13/its-trust-your-gut-feeling-and-quantity-is-quality/
http://bimoprawiro.wordpress.com/2011/08/13/forgotten-wisdom-indonesia-at-66/
http://idvr360.com/2011/08/tedxjakarta-journey-to-return/
http://jessicahanafi.blogspot.com/2011/08/force-to-be-reckoned-with-tedx-jakarta.html
http://gdmanggala.wordpress.com/2011/08/14/bekerja-sebagai-sebuah-hadiah-catatan-tedxjakarta-13-aug11/
http://edwardsuhadi.com/blog/2011/08/14/indonesia-mengajar-highlights-video-for-tedxjakarta/
http://zakyakbar.wordpress.com/2011/08/16/tedx-jakarta-awesome/
http://goodnewsfromindonesia.org/2011/08/16/mari-mengubah-dunia/
http://ovyovy.tumblr.com/post/8864814656/a-journey-to-return
http://ibunbun.tumblr.com/post/8941377360/tedxjakarta-journey-to-return
https://twitter.com/#!/sherinamunaf/status/102360112731136000

MUDIK ITU ASYIK

25 Agustus 2011, tol cikampek

Akhirnya hari ini saya bisa juga ikut suami pulang kampung ke Surabaya. Pasti seru! Bayangkan, kita berdua saja melalui jalur darat Pantura sambil mampir di beberapa titik wisata. Jadi kalo cape, bisa melipir ke objek-objek wisata itu...

Namun Karena padatnya jadwal kerja di Jakarta dan berbagai persiapan untuk konferensi di New Delhi, India tgl 8 - 11 September mendatang, saya yang semula rencana berangkat mudik tgl 22 Agustus agar terhindar kepadatan arus mudik, eh terpaksa mundur sampai hari ini 25 Agustus.

Sahabat Hughes, tau nggak? Saya sudah bisa membayangkan kemacetan yang saya akan dihadapi. Sebenarnya saya selalu menghindari hari-hari menjelang hari Raya untuk ikut nimbrung bikin jalanan tambah padat. Beberapa kali saya merayu suami untuk berlebaran di Jakarta saja,tapi kelihatannya niat suami saya sudah bulat. Ya apa boleh buat, sejauh dia 'happy', ya saya ikut deh..! Toh saya cuma jadi penggembira sambil berceloteh, saat dia nyetir sepanjang Jakarta - Surabaya.

Hari ini, setelah kepenatan jadwal meeting, akhirnya kami meluncur (sebenarnya merayap) di jl Tol Cikampek. Dan benar saja, suamiku benar - benar menikmati perjalanan ini.

Saat saya bersungut kesal karena harus pulang di saat jalan sudah padat, suami saya bilang: "Wah, asyik yaa..kita akhirnya bareng rame-rame pulang kampung!"

Pada saat mengucapkan kalimat itu, suami saya menunjuk orang-orang yang juga pulang kampung dengan berbagai versi usaha modifikasi kendaraan, agar muat banyak penumpang beserta barang-barang mereka. Ada yang naik pick up ditutupi terpal, naik truk dengan, naik angkot carteran sampai kendaraan pribadi dengan tumpukan barang dan oleh-oleh diikat tali plastik warna warni diatas kendaraan mereka. Serem juga sih, kalau talinya kendur atau putus, di jalan tol barang-barang itu bisa terbang dan menghantam kaca depan kendaraan lain.

Namun sepertinya saya gak perlu khawatir, buktinya ratusan mobil melakukan "gerakan bersama" mengikat barang di atas kendaraan dan mereka baik-baik saja..!! Dan Pak Polisi juga tidak berkomentar..

So, welcome to my country!

Setelah melewati tol cikampek, pemandangan tidak kalah seru. Kami mulai melihat berbagai kendaraan, mulai motor dengan berbagai modifikasi, sepeda gowes yang dimodifikasi tinggi seperti naik egrang,vespa ala petugas kebersihan kota (karena membawa semua benda bekas digantung), dan bahkan bajaj!! Saya dan suami dengan terbahak-bahak bilang: "Haha, kita seperti ikut balapan di film kartun 'Road Runner'."

Luar biasa, ada kebahagiaan tersendiri melihat antusiasme mereka yang rindu keluarga dan kampung halaman. Tak kenal lelah, ada seorang pria naik vespa mengaku sudah 3 hari perjalan dari Bali baru tiba di Tegal saat kami istirahat bersama di sebuah restoran.

Adalagi seorang Bapak yang bela-belain bawa durian untuk oleh-oleh pulang kampung.
Dan Saya sempat melihat seorang pemuda bersepeda motor terkapar sekitar 2 meter dari motornya yang kelihatannya menabrak tretoar, ditutupi kain oleh warga di sekitar Brebes. Satu jiwa melayang.

Rasa kantuk , angin malam, stamina , pasti sangat sulit dikendalikan. Saya terharu melihat perjuangan mereka, berbagai cara..asal bertemu keluarga. Mengorbankan semuanya termasuk resiko keselamatan jiwa mereka.

Perjalan pulang kampung kali ini menjadi sangat berkesan buat saya, suami saya, yang selalu gembira dan menjadikan perjalanan ini mempunyai makna yang besar. Katanya: "Kalau mereka yang harus bersusah payah saja 'bela-belain' berjuang untuk mau pulang kampung, kenapa kita yang diberi segala kemudahan dan kecukupan malah menyerah dan ga mau enjoy?!"

(Ditulis di tempat cucian mobil Sumber Agung di daerah Brangsong, dekat Semarang)

Jumat, 19 Agustus 2011

TBM@MALL KERJASAMA DENGAN COCA-COLA

Tepat pada 16 Agustus 2011, TBM@Mall di Plaza Semanggi "berubah wujud". Baik interior maupun eksteriornya lebih menatik. Maklumlah, tepat di tanggal tersebut, TBM@Mall cabang Plaza Semanggi resmi bekerjasama dengan Coca-Cola. Nama TBM@Mall-nya pun berubah menjadi Learning Lounge.

Pada peresmian Learning Lounge, dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Fasli Djalal, Presiden Director Coca Cola, Hughes, dan beberapa tokoh lain. Di antara tamu, nampak Pandji dan Yoris Sebastian. Mereka kabarnya akan berbagi di tempat ini sebagai balai belajar.






Kamis, 18 Agustus 2011

DISKUSI "KILAS BALIK GERAKAN ANAK MUDA INDONESIA"

Yuk ikutan!

TBM@Mall di Plaza Semanggi mengadakan diskusi mengenai "Kilas Balik Gerakan Anak Muda" yang diselenggarakan Hughes Foundation bekerjasama dengan Alanda Indonesian Youth Conference #IYC dan @youthnetwork_id

Tempat : Learning Lounge, Food Court Plaza Semanggi, Lt 3
Pembicara : Mirwan Andan (ruang Rupa, Bonnie Triyana (Redaktur Majalah Historia),
Diatyka Widya (lulusan Social Studie Erasmus University)
Waktu : 20 Agustus 2011, pkl 15:00 - selesai.