Jumat, 02 Desember 2011

TRAINING KOMUNITAS TUTOR INDONESIA

"Proses penyerapan otak yang baik apabila kita mengatakan dan kemudian melakukan," ujar teman saya, mbak Rita Sue, CHT, di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Blok M Mall, Jum'at, 2 Desember 2011 ini. Mbak Rita adalah salah satu pengajar yang hari ini memberikan sharing ke sekitar 20-an Tutor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sekadar info, mbak Rita ini adalah terapist, motivator, trainer, dan penulis buku tentang hypnotherapy. Selama ini mbak Rita melakukan gerakan di dunia perempuan dan anak-anak.

Pagi sampai sore, sejumlah Tutor PAUD menghadiri training yang sangat penting. Saya sebut penting, karena acara ini adalah training perdana Komunitas Tutor Indonesia. Mereka nantinya akan diterjunkan menjadi pengajar juga di masing-masing lokasi. Saya bangga pada mereka, karena begitu antusias dan serius mendengarkan materi demi materi yang dibawakan para penggajar.

Berikut ini foto-foto suasana training perdana komunitas Tutor Indonesia di TBM@Mall.






all photos by Brillianto

Senin, 28 November 2011

MENGAJAR PUBLIC SPEAKING

Bertempat di Hotel Maharani, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada 18-20 November 2011 diadakan "Workshop dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penyusunan Bahan Informasi Publik". Adalah Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Dirjen PAUD Informal dan Nonformal, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyelenggarakan acara ini.

Dalam kesempatan acara tersebut, saya kebagian tugas memberikan materi mengenai public speaking. Materi ini menarik minat peserta. Terbukti mereka dengan antusias bertanya, juga ikut praktek public speaking. Kebetulan sebelum saya berbicara, ada sahabat saya: Sindhi Diah Savira memberikan sedikit teori dan kemudian langsung membuat simulasi praktek public speaking.

Nah, berikut ini foto-foto saat saya dan Sindhi sedang memberikan materi pada peserta yang jumlahnya sekitar 20 orang.




Ini dia sahabat saya, Sindhi Diah Savira yang juga membawakan materi public speaking dengan cukup menarik.

Selasa, 11 Oktober 2011

KELUARGA BARU, "SURGA" DUNIA

Sahabat saya, Suhu Benny, seorang biksu di Duta Vira Mahastavira, mengatakan, banyak orang berfikir surga tetapi justru neraka yang akan mereka dapatkan setelah kematian. Kenapa? banyak manusia menyia-nyiakan hidup dan mencampakkan tempat hidupnya (bumi). Andaikan kita bisa berfikir bahwa surga dapat kita ciptakan di dunia ini, pasti kita bisa hidup lebih bahagia.

Aktivitas yang sudah dilakukan di RW 7 adalah surga kita semua, dimana suka cita, kasih sayang dan orang baik dalam kedamaian hidup didalamnya. Banyak orang-orang hebat yang menyebarkan energi positif buat semua orang. Bayangkan! Dalam 3 minggu, tempat di Komunitas Ibu Hebat yang awalnya masih dalam kebingungan, berubah menjadi semangat.

Saya bersyukur pada sebuah keluarga baru yang sangat istimewa dan dipenuhi dengan keajaiban. Setiap minggu anggota keluarga ini bertambah. Saya sangat bahagia mendengar perkembangan yang sangat luar biasa ini. Dan saya percaya semua saudara yang " dikumpulkan oleh energi kasih sayang" ini akan terus berkembang, memberi insprirasi dan kekuatan buat banyak Perempuan Indonesia dan perlindungan untuk anak Indonesia.

Suhu Benny juga mengatakan, tahun ini unsur langit adalah logam dan unsur bumi adalah kayu. Kita yang berada di tengah-tengah harus menjaga keharmonisasian jiwa dan raganya. Hidup mawas diri dan welas asih, maka kita tidak akan tersengat energi negatif alam semesta.

Semoga hati kita senantiasa dipenuhi kasih yang tulus.

Senin, 03 Oktober 2011

AMAZING FIRST DAY AT KOMUNITAS IBU HEBAT




Dear All,

Ini catatan syukur saya buat hari yang paling luar biasa !!

1 oktober 2011, Saya duduk di sini, di tengah-tengah warga RW 7, kelurahan kebon Pala di Uki cawang. Di ruang Rintisan Balai Belajar bersama ini, hadir 67 ibu-ibu yang antusias mengikuti pelatihan untuk pemberdayaan perempuan. A life school for female literacy and empowerment!


Saya tersentak ketika mbak Rita, yang mungil menjelma menjadi Dewi Saraswati yang memukau saat berdiri di depan kelas. Ia membangkitkan semangat dan membuka pikiran para Ibu disini tentang semangat hidup dengan pikiran positif! Mbak Rita juga mengungkap dengan cara santai dan bahasa sangat sederhana dan membumi tentang kekuatan pikiran.




Renungan yang menenangkan dan menggugah dari mas Andika yang dengan kesederhanaan dan ketenangan nya menyampaikan materi terapi kolaborasi dengan sangat smooth dengan mbak Rita, membakar semangat ibu-ibu, berisi isak tangis dan teriakan penuh keyakinan diri, bahwa setiap dari kita berhak hidup lebih baik. Setiap perempuan istimewa dan bisa mengambil peran dalam pembangunan dengan kesungguhan.

Mas Andika menghampiri saya, berbisik, di belakang ada teman-teman lagi dari SOM, ini salah satu foundernya, Mba Ana. Beliau mau sumbangkan buku motivasi yang ditulis oleh sahabat RW 7 di SOM, yakni mas Antonius. Keajaiban berlanjut terus...bertubi-tubi..

Hari ini luar biasa!

Terimakasih banyak sekali, buat para pembawa keajaiban-keajaiban ini..dan terimakasih buat hati yang tulus.Ibu-ibu Komunitas Ibu hebat. You are wonderful dan sangat profesional!Saya dengar ibu2 membuat gladi resik persiapan acara hari ini (baca:kemarin), berdiskusi sendiri, membuat nametag, membuat korden dari bahan bekas, dan setting ruangan dan tidak menghidangkan minuman di botol plastik lagi/ dengan cangkir dan teko tanah liat.



Saya sangat bangga ,kagum dan bersyukur berjumpa Ibu-ibu hebat seperti 67 ibu yang hadir hari ini. Saya merasa sangat beruntung bisa belajar banyak dan menjadi bagian dari komunitas ini.

Terimakasih juga buat bapak-bapak yang berjiwa besar mendukung acara ini! Terimakasih buat semua sahabat RW7. Saya sangat yakin ini akan memberi dampak dahsyat buat Indonesia!

Maju terus....Semangatttt!!!

Dewi Hughes
(For Woman empowerment)

Sabtu, 24 September 2011

BARANGKALI ANDA INGIN BERPARTISIPASI?

Taukah Anda, dahulu kala di sekitar Cawang dekat Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, ada kawasan tenda biru, yakni tempat pengedar narkoba. Namun sejak 2005 sampai sekarang, Alhamdulillah kawasan ini sudah berubah. Tempat ini sudah bebas narkoba dan bebas dari pengedaran narkoba.

Yayasan Dewi Hughes bersama Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan para mitra mendukung keberlangsungan program ini, telah memberi pembinaan usaha perempuan. Mulai dari pendirian bangunan serba guna, program PAUD sejak 2007, dan sampai rencana wirausaha catering dan londry kiloan yang akan dimulai tahun ini.

Beberapa penulis dan motivator dari Komunitas Macibaku juga telah bergabung untuk memberikan pelatihan kepada Ibu-ibu. Kami tiada henti mengajak para mitra yang berminat untuk ikut memberi dukungan guna keberlangsungan program ini. Dalam kesempatan ini, saya berterimakasih apabila teman-teman berkenan untuk berpartisipasi dalam bentuk tenaga, pemikiran, dan lain-lain.

Dalam kesempatan ini, Hughes juga ingin memberikan info. TBM@Mall atau Learning Lounge yang dikelola Dewi Hughes Foundation bekerjasama dengan Coca Cola sudah memiliki Manager Operasional. Nah, untuk kelancaran administrasi dan koordinasi kegiatan di TBM@Mall, silahkan hubungi Manager Operasional kami: Sita 081298812699 atau e-mail: yayasan_dewihughes@yahoo.com

Salam!

KLIPING MEDIA





Selasa, 13 September 2011

MENGUNJUNGI ADULT LEARNING CENTER DI AGRA

Kalo berbicara masalah melek aksara, kita bisa belajar banyak pada Uttar Pradesh. Bayangkan, angka melek aksara di kota ini naik 12,02% dari tahun 1951 menjadi 69,72% di tahun 2011. Lonjakan itu menunjukan pencapaian hingga lima kali lipat. Luar biasa bukan?

Perkembangan angka melek aksara untuk para pria di Uttar Pradesh dan juga perempuan menunjukkan perkembangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan persentasi tingkat nasional. Sementara itu, khusus untuk kota Agra, angka melek aksara berdasarkan sensus tahun 2011 adalah 69,44%. Angka ini lebih rendah 0,28% dari total 69,72 % untuk seluruh Uttar Pradesh.

Dalam kurun waktu 2001-2011 angka melek aksara di Agra naik menjadi 68,84%. Berdasarkan sensus Agra 2011, angka melek aksara pria adalah 78.32% dan perempuan 59.16%. Ini berkat sebuah gerakan yang bernama Gerakan Nasional India Literate India atau dikenal dengan Saakshar Bharat Mission, dimana gerakan ini didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahan. Begitu pedulinya pemerintah sampai-sampi terus mendirikan Literacy Center di berbagai wilayah. Di Literacy Center ini terdaftar sekitar 8,31,447 warga belajar.

Untuk menyaksikan langsung kondisi ajar-mengajar, kami mengunjungi dua buah Literacy center. Lokasi pertama sangat dekat dengan Taj Mahal, yaitu kurang lebih 2 KM dari Taj Mahal. Kalo melihat Literacy Center di lokasi ini sangat jelas memperlihatkan kondisi yang bertolak belakang dengan kemegahan Taj mahal. Di lokasi tersebut kami mengunjungi pameran dan berbincang sejenak dengan para perempuan yang tergabung dalam Learning center Jan Shikshan Sansthan, Agra.




Di Literacy Center ini aktivitas yang dilakukan dalam kaitan pendidikan keasaraan perempuan adalah membuat baju, mendesign atau membuat pola, serta merenda. Kami berkesempatan melihat pameran hasil belajar yang hampir serupa dengan kegiatan di Pusat Kegiatan belajar Masyarakat di Indonesia.

Sehubungan dengan kendala bahasa, dimana para peserta belajar hanya mengerti bahasa Hindi, Menteri Perempuan Pakistan yang berkesempatan memberi pengarahan dan tanya jawab dengan peserta belajar. Delegasi menyimak tanpa mengerti artinya, karena tidak ada translator. Selain kendala bahasa, kebetulan ruangan yang sangat sempit, sekitar 4 x4 m, maka hanya sebagian anggota delegasi yang dapat masuk ke dalam ruangan belajar.

Pada pameran kerajinan ditampilkan hasil karya mereka berupa kain sari yang diberi hiasan bordir dan payet, gelang, anting-anting dan kalung, gantungan hiasan untuk mobil dan untuk kunci, dompet dihias payet dan bordir. Juga dipajang buku untuk model pola pakaian anak dan pola kerajinan tangan lain. Tampak pada gambar Ibu Ella melihat koleksi gantungan di lokasi pameran. Kurang dari 100 items yang dipajang.




Melanjutkan perjalanan, kami diajak mengunjungi Literacy Center yang kedua, yang berlokasi di sebuah sekolah dasar Formal. Literacy Center ini menyediakan satu ruangan khusus untuk kegiatan adult education. Dengan para tutor dari sekolah yang sama, kegiatan belajar berlangsung bersamaan dengan waktu belajar siswa sekolah di ruangan terpisah. Kegiatan berupa kegiatan membaca menulis dan berhitung.
Saat kami datang, kami dihibur oleh anak-anak siswa sekolah dasar tersebut dan diajak menari bersama. Kami juga menyaksikan warga belajar diuji membaca oleh slah seorang tamu dari pakistan.

Selama 25 menit kami mengunjungi Literacy Center yang kedua. Setelah itu rombongan kembali ke New Delhi untuk bersiap pulang ke negara masing-masing.